Jumat, 18 Januari 2013

Mengenal Kanker

Mengenal Kanker
Kanker
Kanker adalah segolongan penyakit di mana sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan biologis lain, baik dengan pertumbuhan langsung dijaringan yang bersebelahan (invasi) atau migrasi sel ketempat lain yang jauh (metastsis) Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem limfe
Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebababkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi tersebut sering disebabkan agen kimia maupun fisik yag disebut karinogen.
Mutasi dapat terjadi secara spontan maupun diwariskan. Kanker dapat menyababkan banyak gejala yang berbeda tergantung pada lokasinya, karakter, keganasan dan apakah metastasis.
Kanker itu tidak saja hanya satu jenis penyakit tapi banyak jenis penyakit. SEKITAR lebih dari 100 macam-macam jenis kanker. Sebagian besar kanker diberi nama untuk organ atau jenis sel di mana mereka mulai - misalnya, kanker jika dimulai di usus besar dinamakan kanker usus besar; kanker yang berawal di sel-sel basal kulit dinamakan karsinoma sel basal.

Macam macam kanker dapat dikelompokkan ke dalam berbagai jenis kategori. Kategori utama kanker termasuk:
  • Carcinoma - kanker yang tumbuh pada kulit permukaan tubuh atau pada jaringan yang mencakup garis atau organ internal seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mucu, sel melamin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, prankreas dan esofogus
  • Sarcoma - kanker yang diamana jaringan penunjang yang berbeda dipermukaan tubuh tumbuh pada tulang, tulang rawan, lemak, otot, pembuluh darah, atau lainnya atau mendukung jaringan penghubung.
  • Leukemia – kanker yang tidak membentuk masa tumor yang tumbuh pada jaringan pembentuk darah seperti sumsum tulang dan menyebabkan sejumlah besar sel darah abnormal diproduksi dan masukkan darah.
  • Lymphoma and myeloma - kanker yang berasal dari jaringan yag membentuk darah,yang tumbuh pada sel-sel sistem kekebalan tubuh. Misalnya tumbuh pada jaringan limfe, lacteal, limfa, timus, sumsum tulang belakang
  • Central nervous system cancers - kanker yang tumbuh pada jaringan otak dan bias pada sumsum tulang belakang



Kamis, 17 Januari 2013

Deteksi Kanker Melalui USG Ultrasonografi


Deteksi Kanker  Melalui USG Ultrasonografi
       Merupakan prosedur pemeriksaan medis dengan getaran suara berfrekuensi tinggi. USG dapat membedakan antara kista dan tumor padat. Hal ini sangatlah penting, kista pada umumnya jinak dan tidak membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dibanding benjolan padat yang masih memerlukan pemeriksaan biopsi. USG juga mendeteksi benjolan kecil yang tidak bisa diraba oleh tangan

Deteksi Kanker melalui Foto Rontgen


Deteksi Kanker melalui Foto Rontgen
        Pemeriksaan menggunakan X_Ray atau radiasi sinar X yang merupakan bentuk radiasi elegtromaknetik. Foto thorak bisa mengidentifikasikan penyakit paru paru seperti pneumonia., tumor paru dan edema atau pembengkakakan paru paru. Demikian pula, X-Ray juga bias mendeteksi struktur tulang, soft tissue atau jaringan lunak, obstruksi usus, pervarosi visceral, ascites, abut empedu, batu ginjal dan struktur gigi

Deteksi Kaker Melalui CT-Scan


Deteksi Kaker Melalui CT-Scan
         Computed Tomography- Scan merupakan pemeriksaan dengan menggunakan radiasi neuron, sinar gamma daa sinar X. Alat ini dilengkapi dengan system control yang mendapat input computer. CT-Scan merupakan prosedur pemeriksaan yag memiliki aplikasi universal dan dapat melihat dengan sangat jelas detail bebagai kelainan dalam tubuh seperti pada susunan syaraf pusat, otot, tulang, rongga perut dan bias mendeteksi tumor dan nodul-nodul . CT Scan berpengaruh negative pada tubuh jika dilakukan secara kontinue

Deteksi Kanker Melalui MRI


Deteksi Kanker Melalui MRI
            Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu teknik pemeriksaan medis yang digunakan untuk menghasilka gambaran struktur organ dalam organisme hidup dan menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi. Biasa digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan fisiologi syaraf, otot dan tulang. Demikian pula menentukan ketelusan batu pada hirokarbon. MRI merupakan medan magnet kuat dan radiasi tidak meng ion atau non ionizing dalam jalur frekuensi radio. Kelebihan MRI daripada CT-Scan adalah kualitas gambar yang dihasilkan. MRI memiliki resolusi lebih baik dan MRI tidak berbahaya bagi orang sakit.

Deteksi Kanker Melalui Tes Darah

Deteksi Kanker melalui Tes Darah
           Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi didalam tubuh. Melalui tes darah, fungsi organ organ vital seperti  ginjal dan liver dapat diketahui baik buruknya. Hasil ananlisis darah snagt menentukan langkah medis berikutnya. Sebelum menjalani pemeriksaan darah biasanya  pasien diminta berpuasa. Berikut gambaran tes darah untuk mengetahui kanker:
  1. Reticulocyte
  2. ESR ( erythtocyte sedimentation rate)
  3. Hb ( Haemoglobin)
  4. RBC (red blood count)                                                                                         
  5. MCV ( mean corpuscular volume)
  6. MCHC ( mean corpuscular haemoglobin concentration)
  7. Mch ( mean corpuscular hermoglobin)
  8. Platelet
  9. Total WBC ( white blood cell)
  10. White Blood Cell Differential
  11. Neutrophils
  12. Basophils
  13. Monocytes
  14. Lymphocytes

Deteksi Kanker Melalui Turmour Kanker


Deteksi Kaker Melalui Turmour Marker ( Petanda Tumor )
           Tumor malignan menghasilakan protein, enzim dan hormon yang mengalir melalui peredaran darah. Hasil dari tumour marker bias mengidentifikasi aktifitas dari tumor itu. Jika tumor marker bisa mengidikasikan aktivitas tumor. Jika nilai rendah aktivitas tumor menurun  dan  diperlukan tumour marker lainnya untuk mengidentifikasikan aktifitas tumor secara lebih signifikan.